Back to Top
  • LOVE THE LORD YOUR GOD

  • LOVE THE LORD YOUR GOD

  • LOVE THE LORD YOUR GOD

JADWAL PERAYAAN DAN PETUGAS PEKAN SUCI TAHUN 2021


Jadwal Perayaan Pekan Suci di Pusat Paroki St. Paulus Rasul Tumbang Titi:

  1. Minggu Palma (Minggu, 28 Maret 2021, Pukul 07.30 WIB)
  2. Kamis Putih (Kamis, 1 April 2021, Pukul 18.00 WIB)
  3. Jumat Pagi - Jalan Salib ( Jumat, 2 April 2021, Pukul 08.00 WIB)
  4. Jumat Agung (Jumat, 2 April 2021, Pukul 15.00 WIB)
  5. Sabtu Suci - Malam Paskah (Sabtu, 3 April 2021, Pukul 18.30 WIB)
  6. Minggu Paskah (Minggu, 4 April 2021, Pukul 07.30 WIB)

Ibadat Tobat akan diadakan pada hari Selasa, tanggal 30 Maret 2021 Pukul 17.00 WIB di Gereja Paroki.

Jadwal Petugas Perayaan Pekan Suci dan Jadwal Tuguran bisa diunduh di sini.

Catatan penting:

  • Petugas yang tidak dapat melaksanakan tugas MOHON secepatnya memberitahu kepada pengurus Bidang Liturgi atau pastor paroki.
  • Tata Perayaan Peribadatan akan menyesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19 terkini, termasuk perihal protokol kesehatan yang dianjurkan (pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, tidak bersalaman)

Jadwal Petugas Liturgi Hari Minggu dan Hari Raya Februari-Juni 2021

Jadwal Petugas Liturgi Hari Minggu dan Hari Raya Februari-Juni 2021.

Disusun oleh Tim Liturgi Paroki St. Paulus Rasul Tumbang Titi

Mohon diperhatikan catatan di bawah:

  1. Bagi para petugas yang berhalangan, segera mencari pengganti atau menghubungi Seksi Liturgi Paroki
  2. Jadwal Petugas Pekan Suci akan disusun tersendiri.
  3. Mengingat situasi pandemi Covid-19 masih belum berakhir, petugas yang memakai paduan suara/kor dibatasi maksimal 16 orang, termasuk dengan dirigen.

 



Daftar petugas dalam bentuk PDF dapat didownload di sini


DAFTAR BACAAN DAN SARAN NYANYIAN LITURGI TAHUN B

Gereja Katolik memiliki kalender tersendiri yang mengatur perayaan, pesta, peringatan para orang kudus, dan hari biasa, selama 1 tahun. Jadi, dalam kalender Gereja Katolik tersebut diatur bacaan-bacaan Kitab Suci yang dibacakan dalam Ekaristi harian dan mingguan.
Kita umumnya mengenal Tahun Masehi yang berawal pada tanggal 1 Januari dan berakhir tanggal 31 Desember. Tahun Liturgi berbeda dengan Tahun Masehi. Awal tahun liturgi dimulai pada Hari Minggu Adven I [akhir November – awal Desember], yang menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang pertama. Akhir tahun liturgi jatuh pada Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam [akhir November], yang merayakan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, yakni pada akhir zaman. Sepanjang tahun liturgi, Gereja menghadirkan seluruh misteri keselamatan Allah yang terlaksana dalam diri Tuhan Yesus Kristus.

Umat pada umumnya kesulitan untuk menentukan lagu apa yang akan dipakai pada saat Ekaristi Minggu, terutama bagi para petugas koor. Pada kesempatan ini, redaksi akan membagikan saran nyanyian liturgi tahun B dan daftar bacaan yang digunakan untuk Perayaan Ekaristi Minggu dan Hari Raya. Daftar ini disusun oleh Komisi Liturgi KWI.

Daftar nyanyian liturgi yang terdapat di dalamnya merupakan saran yang memudahkan umat untuk menentukan nyanyian pada Misa hari Minggu dan Hari Raya. Umat dapat menentukan sendiri nyanyian liturgi yang dirasa tepat sesuai dengan tema perayaan pada saat itu.

Daftar tersebut dapat diunduh di sini

Stasi Sebauk: Kristus Merajai Kita

Ada cerita seru pada Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam di Stasi Sebauk. Ketika dua orang hamba Tuhan berangkat bersama-sama menggunakan kendaraan motor masing-masing dan tiba dengan penuh semangat. Hari yang cerah begitu memikat hati penulis dan Bruder Iswanto FIC yang akan memimpin ibadat sabda di Gereja Maria Ratu Rosari Sebauk ini. Umat mulai berdatangan,  sementara kami berdua agaknya terlalu awal tiba di lokasi saking bersemangatnya. 

Sembari menanti waktu dan Gereja dibuka, kami berbincang-bincang sejenak mengenai musim buah yang nyaris tidak terjadi pada tahun ini. Disebutlah dalam cerita: buah durian,  buah pekawai, buaj sinai, dan buah-buahan musiman lainnya. Bahkan pohon mangga di sekitar jalanan terlihat lenggang tanpa bunga di pucuk-pucuknya. Hanya buah rambutan yang mulai menyembul dari balik pepohonannya yang rimbun. 

Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan, kami bergegas masuk ke dalam kapel dan mempersiapkan jiwa dan raga kami untuk melayani altar-Nya yang kudus. Sesekali umat tersenyum menatap penulis dan tentu bertanya, siapa gerangan manusia yang baru menampakkan wajahnya ini? Penulis hanya membalikkan senyuman tanda bahwa sukacita beresonansi di antara kita. 

Ibadat sabda dikumandangkan,  Bruder Iswanto membuka kesakralan ibadat sabda dengan tanda kemenangan Kristus. Paduan suara bergema, bacaan sabda didengarkan, mazmur dan Alleluia terdengar begitu syahdu dan merdu. Penulis menikmati indahnya suasana ibadat sabda sembari mempersiapkan diri mengolah batin untuk menyampaikan sabda Tuhan yang dikemas dalam situasi masa kini. 

Penulis berdiri di podium,  sembari memandang ke arah umat yang menanti dengan penuh perhatian. Raja Kristus yang penuh belas kasih, itu pesan dari ke semuanya. Wajah-wajah umat penuh antusias mendengarkan, meresapi setiap nafas dan kata yang penulis hembuskan. Raja yang diinginkan Kristus,  bukanlah Raja yang berhiaskan tahta, harta dan wanita, melainkan Raja yang melayani, Raja yang penuh kasih,  Raja yang mencintai siapa saja tanpa memandang bulu. Raja yang merajai hidup kita, dan kitalah raja-raja yang meniru kepemimpinan Tuhan Yesus sendiri. Bukan sekedar orasi retorika, tetapi harapannya umat melaksanakan itu dalam dunia nyata. 

Suasana semakin sakral ketika tubuh Kristus hendak dibagikan. Kebahagiaan tak terkira, menyentuh Tubuh Tuhan dalam rupa roti yang lemah dari tahta-Nya. Memandang Dia dalam kerapuhan dan membagikannya pada umat seraya berkata, "Tubuh Kristus" dan "Amin". Betapa indahnya cinta Tuhan pada kita semua. 

Di sela-sela pengumuman, Bruder Iswanto berkata bahwa Tuhan sungguh merajai diri kita. Jika Raja sudah memanggil, maka kita sebagai hamba-Nya harus tunduk dan mengikuti-Nya ke manapun Tuhan pergi. Saat itu juga, penulis diminta memperkenalkan diri lebih jauh. Kami bersaksi bahwa panggilan ini tidak mengenal kata terlambat, bukan karena umur, tidak juga terhambat karena kemapanan. Kami terpanggil dari waktu yang panjang dan bersaksi bahwa Tuhan amat mencintai kami.

Terima kasih pada Tuhan atas waktu yang telah diberikan dan hidup kami. Kami boleh bersukacita dan bergembira bersama umat di Sebauk. Biarlah Tuhan tetap merajai kami, sehingga buah-buah kasihnya senantiasa ranum dan manis untuk dikecap oleh semua orang. Semoga semakin banyak yang terpanggil menjadi serupa dengan Dia baik sebagai imam, bruder maupun suster. 

Dokumentasi :

Tim Pewartaan Menjawab Kerinduan

Masa pandemi, telah menyekat dan membatasi pergerakan semua sisi kehidupan. Namun dalam keadaan ini bukan berarti harus berdiam diri dan tidak melakukan apa pun. Justru bisa membuat kita lebih kreatif dan inovatif dalam menemukan strategi Pewartaan. Jika mengumpulkan banyak orang hal yang harus dihindari, maka pewartaan dalam kelompok kecil lah caranya. Beranjak dari hal inilah, tim pewartaan Paroki St. Paulus Rasul Tumbang Titi mewartakan kasih dan firman Allah dimulai dari Stasi dan kelompok kecil. Br. Dono, Ibu Anas, Pak Curun dan Bu Erni mulai melayani Stasi Suka Damai, mengajak anak remaja dan anak-anak bernyanyi memuji Tuhan dan merenungkan FirmanNya.

Semangat anak-anak dan kerinduan para remaja telah menyulut semangat kami untuk pergi ke Stasi lain yang ada di paroki Santo Paulus Rasul Tumbang Titi. Semoga apa yang telah ditanam terus bertumbuh.

Di kesempatan berikutnya, Tim Pewartaan Paroki akan mengunjungi stasi-stasi yang ada di wilayah Paroki Tumbang Titi.  



Penulis:

Maria Erni, Tim Pewartaan Paroki

 

Safari Natal di Paroki Tumbang Titi

Sabtu, 21 November 2020, Paroki Paulus Rasul Tumbang Titi menerima Kunjungan Safari Natal dari Pemda Ketapang. Rombongan dari Kabupaten Ketapang diterima oleh Paroki di Gereja. Hadir sebagai ketua wakil dari Pemda Ketapang, PJ. Sekda Kabupaten Ketapang, Bapak Heronimus Tanam, yang juga sebagai ketua rombongan. Dari pihak Paroki Tumbang Titi, hadir beberapa wakil dari Dewan Pastoral Paroki.

“Safari Natal kali ini, rombongan dari Kabupaten Ketapang dibagi menjadi dua tim. Tim selatan yang dipimpin oleh saya, dan tim utara yang dikepalai oleh Pak Franseda,” demikian ujar Pak Tanam dalam sambutannya.

RD. Fransisco El Tara sebagai wakil dari Paroki mengucapkan terima kasih atas perhatian dari pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang.

“Ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah kepada kami, Paroki Tumbang Titi. Juga dalam
situasi pandemi Covid-19 ini, mari kita saling mendukung dan saling membantu dalam menjalankan tata peribadatan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang diberlakukan.”

Dalam kesempatan lain, Camat Tumbang Titi, Bapak Sabran, S.PD, MH., juga memberikan sambutannya mewakili masyarakat Tumbang Titi dan Forkompincam yang juga hadir dalam Safari Natal kali ini. “Dalam situasi seperti ini, bantuan yang diberikan sungguh bermanfaat, terutama bagi masyarakat kami di daerah pedalaman.”

“Kegiatan Safari Natal dalam bentuk kunjungan ini sudah dilakukan sejak tahun 2015. Ini juga berlaku saat ada Safari Ramadhan,” demikian Pak Tanam sampaikan dalam sambutannya lagi.

“Sebelumnya paket yang diberikan juga berbeda, yaitu paket makanan dan minuman. Setelah beberapa evaluasi, tahun ini paket bantuan yang diberikan berupa beras. Untuk Paroki Tumbang Titi, beras sebanyak 1 ton akan diberikan, dan pengelolaannya sepenuhnya dipercayakan kepada Paroki, supaya umat juga merasakan manfaatnya. Beras yang kami berikan juga merupakan beras lokal yang kami beli dari petani lokal yang ada di Kabupaten Ketapang.”

Setelah memberikan kata sambutan, Pak Tanam menyerahkan bantuan beras secara simbolik kepada Ketua DPP, Bapak Wilhelmus Polo, dan RD. Fransisco El Tara menerima secara simbolik bibit Matoa dari Pak L. Sikat selaku Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Ketapang.

Rombongan selanjutnya bertolak menuju Serengkah dan Marau untuk melanjutkan Safari Natal.

Beberapa dokumentasi: