Suster OSA Komunitas St. Lidwina Tumbang Titi

Terdorong oleh semangat pelayanan demi mengembangkan Kerajaan Allah dan atas dukungan dari para biarawan Pasionis, maka pada tanggal 23 Juni 1953 Kongregasi Suster St. Augustinus mengutus mengutus beberapa suster untuk mulai berkarya di Tumbang Titi yang terletak + 90 km dari Ketapang. Ketika itu Sr. Wulfrana, OSA sebagai pemimpin umum Kongregasi ikut menghantar Sr. Desideria, OSA dan Sr. Euphrasia, OSA ke Tumbang Titi.

Tanggal 29 Juni 1953 para suster mulai berkarya dengan mengambil alih poliklinik yang sebelumnya dikelola oleh Karman dan Refuse sejak tahun 1950, dua orang tenaga awam yang berasal dari Belanda. Sebagai Pegawai Negeri ketika itu Sr. Desideria juga berkarya di Rumah Sakit Pemerintah Tumbang Titi. Selain itu para suster juga membuka asrama puteri untuk para pemudi yang mengikuti Kursus Kepandaian Rumah Tangga (KKRT).

Kesaksian hidup yang nyata dari para suster dalam kehidupan masyarakat menumbuhkan benih-benih panggilan dalam hati para pemudi yang berasal dari daerah sekitarnya, antara lain: Sr. Nicilausina, OSA, Sr. Ancilla, OSA, Sr. Vincentia, OSA, Sr. Agneta, OSA, dan Sr. Magdalena, OSA serta beberapa pemudi lainnya.

Selain berkarya di bidang kesehatan, pendidikan, dan pastoral, sejak tahun 1961 para suster juga berkarya di sekolah Taman Kanak-Kanak yang didirikan oleh organisasi ibu-ibu Pertiwi. Karena situasi dan tuntutan yang semakin tinggi maka akhirnya pada tahun 1970 TK tersebut diserahkan kepada para suster OSA dan sejak itu pula TK tersebut dikenal dengan nama TK. Kuntum Karya di bawah naungan Yayasan Usaba dan kini berada di bawah naungan Yayasan Pelayanan Kasih Fatima.

Perkembangan karya yang ada menuntutnya adanya perluasan dan penambahan gedung dan atas bantuan Br. Florentinus, CP terhitung tanggal 25 Mei 1965 komunitas dan asrama puteri yang baru mulai ditempati dan diresmikan oleh Mgr. Silleken, CP.

Dalam perjalanan selanjutnya karena perkembangan pelayanan kesehatan dari pemerintah maka para suster tidak lagi berkarya di bidang kesehatan, tetapi fokus pada karya pendidikan, pastoral, dan sosial. Namun demikian sejak tahun 2002 untuk mengenang karya perdana para suster di Tumbang Titi maka komunitas OSA Tumbang Titi diberi nama “St. Lidwina” yang mencapai kekudusannya karena perhatian dan pelayanannya di bidang kesehatan bagi ibu-ibu dan anak-anak.

VISI

Bersatu dengan Allah yang Maharahim dan berbelas kasih dengan semangat sehati-sejiwa dalam komunitas, serta turut memberdayakan dan mengembangkan taraf kehidupan masyarakat pedalaman terutama bagi mereka yang kecil dan lemah.

MISI

  1. Membangun suasana yang harmonis di komunitas,
  2. Saling mendukung dalam pengembangan diri baik sebagai religious maupun dalam karya, dan
  3. Meningkatkan kwalitas pelayanan di bidang pendidikan, sosial, dan pastoral.

 

KARYA KOMUNITAS

  • TK. Kuntum Karya
  • Asrama Puteri Bina Nazareth


KERASULAN KOMUNITAS

  • Legio Mariae
  • Sekolah Minggu
  • Doa Lingkungan